Kamis, 13 Oktober 2016

PEMABUK ITU WALIYULLOH



Diceritakan bahwa dahulu hidup seorang lelaki yang dikenal sebagai orang yang gemar berbuat maksiat kepada Allah. Orang-orang mengenalnya sebagai peminum khamar hingga mereka tidak tidak pernah peduli terhadap apapun yang menimpanya. Ini terbukti saat kematian menjemputnya. Tidak ada seorang pun dari sanak saudara, dan para tetangga yang sudi melayat ataupun mengurus jenazahnya. 

Sang istri sedih, bingung luar biasa. Setelah menunggu sekian lamanya tetap tak ada seorangpun yang peduli dan datang untuk mengurus mayat suaminya, sampai pada akhirnya wanita itu memutuskan untuk untuk menyewa orang agar memandikan dan mengkafaninya. Seusai mengkafani jenazah suaminya, orang itu dibayar dan disuruh membawa tubuh suaminya ke tengah lapangan dengan harapan barang kali ada orang yang peduli untuk mensholati dan mengubur jasadnya.


Setelah beberapa saat, muncullah seorang arif billah atau waliyullah yang dikenal banyak orang karena kezuhudannya dan kesholehannya. Ia dikenal sebagai sosok yang suka Uzlah (tidak pernah keluar untuk bertemu manusia). Hal ini sudah bertahun-tahun ia jalani. Tiba-tiba ia keluar dan berkata kepada orang-orang bahwa dalam mimpinya ia mendapat ilham bahwa saat itu ada seorang waliyullah yang mati dan dia diperintahkan untuk mensholatinya.

Mendengar ucapannya, orang-orang saling bertanya-tanya kebingungan. Ternyata memang tidak ada mayat lain saat itu kecuali mayat seorang pemabuk tadi. “Maaf guru, tidak ada orang mati di daerah ini kecuali seorang pemabuk yang selalu bermaksiat kepada Allah SWT”, jawab salah seorang di antara mereka. “kalau memang hanya dia, maka aku yakin bahwa dia adalah orang yang dekat dengan Allah SWT”, kata sang wali menegaskan. Singkat cerita orang-orangpun berkerumun mendekati mayat itu. Sang wali pun memanggil istri pemabuk itu dan menanyakan tentang kehidupan suaminya.

“Maaf guru, sebetulnya hamba malu untuk menceritakannya. Namun tanpa hamba ceritakan pun semua orang sudah tahu bagaimana suami hamba. Semua orang mengenalnya sebagai pemabuk”, jawab sang istri tertunduk malu.
“Aku tidak menanyakan itu. Yang aku ingin tahu, apakah ia punya kebiasaan baik yang engkau ketahui?” sang wali bertanya lagi.

“Ya, Guru. Dia punya dua kebiasaan baik. Pertama, di malam hari, suamiku selalu bersujud melaksanakan shalat malam, berdoa dan mengakui kelemahannya. Kedua, dia adalah orang yang sangat peduli dan menaruh perhatian kepada anak-anak yatim. Dia selalu mencukupi kebutuhan anak-anak yatim yang tinggal di daerah ini,” jawab sang istri menjelaskan.
“Wahai orang-orang yang menyaksikan kejadian ini, ketahuilah baik-baik! Walaupun kalian mengenal mayat ini sebagai seorang pemabuk dan ahli maksiat, tapi dengan amalan itu Allah SWT telah mengampuni dosanya dan mengangkatnya menjadi kekasihNya”. Kata sang wali.
Setelah mendengarkan itu, orang-orang merasa bersalah karena telah beranggapan buruk pada wali ini, dan merekapun lalu beramai-ramai mensholati dan menguburnya.

Masya Allah...

Bahkan, derajat seorang pemabuk pun diangkat oleh Allah SWT karena kesungguhan dan perhatiannya kepada anak yatim. Oleh karena itu mari kita perhatikan baik-baik anak yatim yang ada di sekitar kita. Jangan sampai kita dan keluarga kita menikmati hidup berkecukupan atau bahkan berlebihan sedangkan mereka menangis kelaparan dan kesulitan mencukupi kehidupan mereka. Berhati-hatilah! Karena kelak kita semua akan mempertanggung jawabkan semua ini di hadapan Allah SWT.

SALURKAN BANTUAN ANDA, DENGAN BERSEDEKAH UNTUK ANAK-ANAK YATIM.

Melalui:

 

Yayasan Rahmatul Anwar
Jl. Gunungsari I No. 104 SURABAYA

WA      : 082393944927
BBM    : DOFC3200
Rek. Bank JATIM          : 0382265840
Rek. Mandiri Syariah     : 1840006877
Rek. Mandiri                 : 1420088800775
Rek. BRI                      : 115601002840503

LAYANAN JEMPUT DONASI 
031-5670256

Tidak ada komentar:

Posting Komentar