Islam mementingkan profesionalisme, keberhasilan Nabi sebagai
pendidik didahului sadengan bekal kepribadian (personality) yang
berkualitas unggul. Belau sejak kecil dikenal sebagai orang yang berbudi luhur,
berkepribadian unggul sehingga dijuluki al-amin. Beliau dikenal sebagai
orang yang sangat peduli terhadap masalah sosial, memiliki semangat ketajaman
dalam membaca, menelaah, dan meneliti berbagai fenomena alam dan sosial; mampu
mempertahankan dan mengembangkan kualitas iman dan takwa untuk diri dan
umatnya; mampu bekerja dengan baik (amal shaleh); mampu berjuang bekerja sama
menegakkan kebenaran.[1]
Agama Islam sangat menghargai orang-orang yang berilmu pengetahuan
(guru/ulama’), sehingga hanya mereka sajalah yang pantas mencapai taraf
ketinggian dan keutuhan hidup.
Firman Allah: